Jenis Blekok sawah
Ardeola speciosa
Salah satu burung air yang paling sering terlihat di PRPM Mengare: 31 individu tercatat dalam survei Januari 2026. Mencari makan di bebatuan dan lumpur saat air surut.
Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove
Desa Tanjung Widoro · Kec. Bungah · Kab. Gresik
Sekilas
Hutan mangrove yang tumbuh kembali di tambak terabrasi, tempat belajar tentang pesisir Mengare.
Di ujung utara Mengare, Desa Tanjung Widoro, tambak yang hilang karena abrasi kini kembali menjadi hutan mangrove. Penanaman dimulai pada 2018 bersama nelayan setempat, dan hutannya kini menjadi rumah bagi kepiting, tiram, dan puluhan jenis burung. Sekolah, keluarga, peneliti, dan perusahaan bisa datang untuk belajar, menanam, dan berkemah.
Dipulihkan dengan tangan
Sekitar 9,5 ha ditanam di tambak terabrasi sejak 2018.
Dikelola warga
Dikelola Pokmaswas dan Pokdarwis Tanjung Widoro.
Persinggahan burung migran
Trinil dan dara-laut singgah di jalur terbang Asia Timur–Australasia.
Dengan janji. Hubungi pengelola lewat DM Instagram sebelum datang.
Sekitar 27 km dari pusat Kota Gresik lewat Bungah. Minibus seukuran Elf bisa sampai ke lokasi. Bus besar berhenti di Sembilang Pak Kasan, lalu peserta diantar dengan kendaraan antar-jemput ke lokasi.
Kegiatan menyesuaikan pasang surut: burung pantai mencari makan di hamparan lumpur saat surut, sedangkan penanaman dan susur perahu butuh ketinggian air yang pas. Pengelola akan menyarankan waktunya saat Anda memesan.
Jangan melintasi area tanam baru, jangan menebang mangrove, dan bawa pulang sampah Anda.
Jembatan pemantauan mangrove selebar 180 cm, cukup untuk kursi roda dan kereta dorong. Area di luar jembatan berlumpur dan tidak rata; tanyakan akses menuju jembatan kepada pengelola sebelum datang.
Untuk tiket masuk & pemandu: tanyakan ke tim pengelola lewat DM Instagram sebelum berkunjung.
Belajar dan terlibat
Program untuk sekolah, kampus, keluarga, perusahaan, dan komunitas: belajar tentang mangrove, ikut menanam, berkemah, atau mengamati burung yang kembali.
Edukasi Belajar langsung di hutan mangrove hasil restorasi: dari tambak yang terkikis hingga satwa yang kini kembali.
Restorasi Ikut menanam mangrove di tambak terabrasi bersama nelayan setempat yang merawat kawasan ini sejak 2018.
Menginap Berkemah di tepi hutan mangrove, untuk sekolah dan komunitas.
Fasilitas
Ada pembibitan mangrove, jembatan pemantauan mangrove ke dalam hutan, aula untuk materi, area kemah, musala, dan toilet umum. Pembibitan di sini juga membudidayakan Bruguiera hainesii, salah satu mangrove paling langka di dunia.
Panduan berkunjungSurvei Januari 2026 mencatat 68 jenis burung, 15 di antaranya dilindungi, termasuk bangau bluwok dan bubut jawa. Inventarisasi 2025 mencatat 22 jenis mangrove, satu di antaranya baru berupa bibit di persemaian.
Lihat data biodiversitas
Kawasan ini dulunya tambak. Antara 1999 dan 2013 abrasi menggerus sekitar 190 hektare pesisir desa, menyisakan lumpur dan tanggul yang jebol. Penanaman sebelumnya tersapu ombak karena jenis yang ditanam tidak tahan gelombang.
Pada 2018 restorasi dimulai lagi, kali ini dengan jenis perintis dan nelayan setempat sebagai pelaksananya. Tutupan mangrove bertambah dari 5,01 hektare pada 2019 menjadi 7,34 hektare pada 2026. Tutupan adalah luas area yang kini tertutup tajuk mangrove, berbeda dengan luas tanam ±9,5 ha, yaitu total area yang ditanami sejak 2018.
Perjalanan kami
Pesisir Tanjung Widoro dulu dipenuhi tambak. Abrasi menggerus tanggul-tanggulnya hingga yang tersisa hanya hamparan lumpur dan batu, dan tambak tidak bisa lagi dipakai warga.
Belajar dari kegagalan sebelumnya, restorasi dirancang ulang: menanam jenis perintis di tempat yang tepat, bertahap dari area yang terlindung ke area terbuka, dengan warga sebagai pelaku utama.
Hutan yang tumbuh menjadi ruang belajar: sekolah, kampus, perusahaan, dan komunitas datang untuk menanam, berkemah, dan mengenal satwa pesisir.
Ikut terlibat
Perusahaan, sekolah, dan komunitas bisa menanam mangrove bersama nelayan setempat atau mendukung penelitian dan pemantauan burung. Hubungi kami untuk merencanakannya bersama.
Hubungi kami
Sekolah dan rombongan
Siswa belajar mengapa mangrove penting bagi pesisir yang terkikis, bagaimana bibit disemai dan ditanam, serta burung dan satwa apa saja yang bergantung padanya. Program bisa dilengkapi penanaman, kemah semalam, atau penelitian untuk mahasiswa.
Terbaru
FAQ
Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove Mengare: kawasan mangrove hasil restorasi di tambak terabrasi sejak 2018. Kawasan ini merupakan program CSR (TJSL) PT Petrokimia Gresik dan dikelola Pokmaswas Tanjung Widoro bersama Pokdarwis Tanjung Widoro. Warga sekitar juga menyebutnya Warakas atau Wisata Mangrove Mengare.
Di Desa Tanjung Widoro, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, di ujung utara Mengare yang berbatasan dengan Selat Madura. Jaraknya sekitar 27 km dari pusat Kota Gresik.
Belajar tentang mangrove, menanam dan membibitkan mangrove, berkemah, dan mengamati burung pantai serta burung air.
Ya. Sekolah, kampus, dan komunitas rutin datang untuk belajar, menanam, dan berkemah. Ada aula, musala, toilet umum, area kemah, dan warung. Minibus seukuran Elf bisa sampai lokasi; bus besar berhenti di Sembilang Pak Kasan lalu diantar kendaraan antar-jemput.
Kunjungan dilakukan dengan janji, dan jadwal kegiatan menyesuaikan pasang surut. Hubungi pengelola lewat DM Instagram untuk menentukan waktunya.
Kontak
Melihat sesuatu yang menarik?
Foto dan catatan Anda tentang burung, ikan, dan tumbuhan membantu kami memantau pemulihan mangrove.
Kirim temuan