Langsung ke isi
prpm mengare
Foto udara petak-petak mangrove hasil restorasi di tambak terabrasi Mengare, dengan jembatan pemantauan mangrove di tepinya

Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove

PRPM Mengare

Desa Tanjung Widoro · Kec. Bungah · Kab. Gresik

Rute & lokasi Aktivitas Biodiversitas Perjalanan kami

Sekilas

Hutan mangrove yang tumbuh kembali di tambak terabrasi, tempat belajar tentang pesisir Mengare.

Di ujung utara Mengare, Desa Tanjung Widoro, tambak yang hilang karena abrasi kini kembali menjadi hutan mangrove. Penanaman dimulai pada 2018 bersama nelayan setempat, dan hutannya kini menjadi rumah bagi kepiting, tiram, dan puluhan jenis burung. Sekolah, keluarga, peneliti, dan perusahaan bisa datang untuk belajar, menanam, dan berkemah.

Dipulihkan dengan tangan

Sekitar 9,5 ha ditanam di tambak terabrasi sejak 2018.

Dikelola warga

Dikelola Pokmaswas dan Pokdarwis Tanjung Widoro.

Persinggahan burung migran

Trinil dan dara-laut singgah di jalur terbang Asia Timur–Australasia.

Sebelum berkunjung

Jam buka

Dengan janji. Hubungi pengelola lewat DM Instagram sebelum datang.

Cara ke sini

Sekitar 27 km dari pusat Kota Gresik lewat Bungah. Minibus seukuran Elf bisa sampai ke lokasi. Bus besar berhenti di Sembilang Pak Kasan, lalu peserta diantar dengan kendaraan antar-jemput ke lokasi.

Pasang surut & waktu terbaik

Kegiatan menyesuaikan pasang surut: burung pantai mencari makan di hamparan lumpur saat surut, sedangkan penanaman dan susur perahu butuh ketinggian air yang pas. Pengelola akan menyarankan waktunya saat Anda memesan.

Aturan kawasan

Jangan melintasi area tanam baru, jangan menebang mangrove, dan bawa pulang sampah Anda.

Aksesibilitas

Jembatan pemantauan mangrove selebar 180 cm, cukup untuk kursi roda dan kereta dorong. Area di luar jembatan berlumpur dan tidak rata; tanyakan akses menuju jembatan kepada pengelola sebelum datang.

Untuk tiket masuk & pemandu: tanyakan ke tim pengelola lewat DM Instagram sebelum berkunjung.

Panduan berkunjung →

Foto udara kawasan PRPM Mengare dengan jembatan pemantauan mangroveBuka di Google Maps
Foto udara tegak lurus di atas tajuk mangrove yang rapat
Matahari terbenam di atas laut, dengan siluet mangrove Bunga dan daun mangrove dari dekat
Foto udara jembatan pemantauan mangrove menyusuri sabuk mangrove
Lihat semua foto
Bibit mangrove dalam polibag di pembibitan Dek kayu dan bangku di persimpangan jembatan pemantauan mangrove

Fasilitas

Tempat belajar tentang mangrove

Ada pembibitan mangrove, jembatan pemantauan mangrove ke dalam hutan, aula untuk materi, area kemah, musala, dan toilet umum. Pembibitan di sini juga membudidayakan Bruguiera hainesii, salah satu mangrove paling langka di dunia.

Panduan berkunjung

Satwa di PRPM Mengare

Survei Januari 2026 mencatat 68 jenis burung, 15 di antaranya dilindungi, termasuk bangau bluwok dan bubut jawa. Inventarisasi 2025 mencatat 22 jenis mangrove, satu di antaranya baru berupa bibit di persemaian.

Lihat data biodiversitas
Blekok sawah Jenis

Blekok sawah

Ardeola speciosa

Salah satu burung air yang paling sering terlihat di PRPM Mengare: 31 individu tercatat dalam survei Januari 2026. Mencari makan di bebatuan dan lumpur saat air surut.

Api-api Jenis

Api-api

Avicennia marina

Jenis paling dominan di PRPM Mengare. Daunnya mengeluarkan kristal garam, dan daun mudanya dimasak untuk sego roomo khas Gresik.

Buta-buta Jenis

Buta-buta

Excoecaria agallocha

Getah putihnya beracun dan bisa membuat mata buta sementara; dari situlah nama buta-buta.

Pedada, bogem putih Jenis

Pedada, bogem putih

Sonneratia alba

Bunganya mekar malam hari dan diserbuki kelelawar serta ngengat. Akar napasnya berbentuk kerucut dan mencuat dari lumpur.

Foto udara bangunan PRPM Mengare, jembatan pemantauan mangrove, dan dermaga

Kisah kawasan ini

Kawasan ini dulunya tambak. Antara 1999 dan 2013 abrasi menggerus sekitar 190 hektare pesisir desa, menyisakan lumpur dan tanggul yang jebol. Penanaman sebelumnya tersapu ombak karena jenis yang ditanam tidak tahan gelombang.

Pada 2018 restorasi dimulai lagi, kali ini dengan jenis perintis dan nelayan setempat sebagai pelaksananya. Tutupan mangrove bertambah dari 5,01 hektare pada 2019 menjadi 7,34 hektare pada 2026. Tutupan adalah luas area yang kini tertutup tajuk mangrove, berbeda dengan luas tanam ±9,5 ha, yaitu total area yang ditanami sejak 2018.

Perjalanan kami

  • Pantai yang terkikis

    Pesisir Tanjung Widoro dulu dipenuhi tambak. Abrasi menggerus tanggul-tanggulnya hingga yang tersisa hanya hamparan lumpur dan batu, dan tambak tidak bisa lagi dipakai warga.

  • Memulai restorasi

    Belajar dari kegagalan sebelumnya, restorasi dirancang ulang: menanam jenis perintis di tempat yang tepat, bertahap dari area yang terlindung ke area terbuka, dengan warga sebagai pelaku utama.

  • Tempat belajar pesisir

    Hutan yang tumbuh menjadi ruang belajar: sekolah, kampus, perusahaan, dan komunitas datang untuk menanam, berkemah, dan mengenal satwa pesisir.

Baca perjalanan lengkapnya →

Ikut terlibat

Mau ikut membantu?

Perusahaan, sekolah, dan komunitas bisa menanam mangrove bersama nelayan setempat atau mendukung penelitian dan pemantauan burung. Hubungi kami untuk merencanakannya bersama.

Hubungi kami
Peserta Envirocamp dengan spanduk Petrokimia Gresik setelah menanam 2.000 bibit mangrove di PRPM Mengare, 3 Desember 2023
Rombongan pengunjung berjalan di jembatan pemantauan mangrove

Sekolah dan rombongan

Program pembelajaran

Siswa belajar mengapa mangrove penting bagi pesisir yang terkikis, bagaimana bibit disemai dan ditanam, serta burung dan satwa apa saja yang bergantung padanya. Program bisa dilengkapi penanaman, kemah semalam, atau penelitian untuk mahasiswa.

Terbaru

Berita dan cerita

FAQ

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu PRPM Mengare?

Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove Mengare: kawasan mangrove hasil restorasi di tambak terabrasi sejak 2018. Kawasan ini merupakan program CSR (TJSL) PT Petrokimia Gresik dan dikelola Pokmaswas Tanjung Widoro bersama Pokdarwis Tanjung Widoro. Warga sekitar juga menyebutnya Warakas atau Wisata Mangrove Mengare.

Di mana lokasinya?

Di Desa Tanjung Widoro, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, di ujung utara Mengare yang berbatasan dengan Selat Madura. Jaraknya sekitar 27 km dari pusat Kota Gresik.

Apa saja yang bisa dilakukan di sana?

Belajar tentang mangrove, menanam dan membibitkan mangrove, berkemah, dan mengamati burung pantai serta burung air.

Apakah cocok untuk kunjungan sekolah?

Ya. Sekolah, kampus, dan komunitas rutin datang untuk belajar, menanam, dan berkemah. Ada aula, musala, toilet umum, area kemah, dan warung. Minibus seukuran Elf bisa sampai lokasi; bus besar berhenti di Sembilang Pak Kasan lalu diantar kendaraan antar-jemput.

Kapan waktu terbaik berkunjung?

Kunjungan dilakukan dengan janji, dan jadwal kegiatan menyesuaikan pasang surut. Hubungi pengelola lewat DM Instagram untuk menentukan waktunya.

Kontak

Ingin bicara dengan tim PRPM Mengare?

Kirim DM di Instagram @mangrove_mengare Hubungi tim pengelola

Melihat sesuatu yang menarik?

Bagikan temuan satwa Anda

Foto dan catatan Anda tentang burung, ikan, dan tumbuhan membantu kami memantau pemulihan mangrove.

Kirim temuan
Didukung oleh
Danantara IndonesiaPupuk IndonesiaPetrokimia GresikTJSL Petrokimia Gresik
Pengelola
Pokmaswas Tanjung WidoroPokdarwis Tanjung Widoro
Mitra pengembangan program
Agrie ConservationEcosains IndonesiaGresik Naturalist