Langsung ke isi
prpm mengare
Foto udara mangrove dan tambak terabrasi di awal restorasi (2018)

Perjalanan

Bagaimana semuanya dimulai

Abrasi mengubah tambak Tanjung Widoro menjadi hamparan lumpur. Penanaman sebelumnya tersapu ombak, sehingga pada 2018 restorasi dimulai lagi dengan jenis perintis bersama nelayan setempat. Kini hutan hasil restorasi sudah lebih dari tujuh hektare dan menjadi tempat sekolah, peneliti, dan pengunjung belajar tentang pesisir.

Fase 1 · Sebelum 2018

Pantai yang terkikis

Pesisir Tanjung Widoro dulu dipenuhi tambak. Abrasi menggerus tanggul-tanggulnya hingga yang tersisa hanya hamparan lumpur dan batu, dan tambak tidak bisa lagi dipakai warga.

  1. Sekitar 190 hektare lahan pesisir desa hilang karena abrasi.

  2. Beberapa kali penanaman mangrove dilakukan, tetapi bibitnya tersapu ombak karena jenis yang ditanam bukan jenis perintis.

Fase 2 · 2018–2020

Memulai restorasi

Belajar dari kegagalan sebelumnya, restorasi dirancang ulang: menanam jenis perintis di tempat yang tepat, bertahap dari area yang terlindung ke area terbuka, dengan warga sebagai pelaku utama.

  1. Kajian kelayakan dan desain teknis rehabilitasi pesisir disusun. Penanaman pertama seluas 3,23 hektare dimulai bersama Pokmaswas Tanjung Widoro, didukung PT Petrokimia Gresik.

  2. Enam belas anggota Pokmaswas melakukan studi banding ke ekowisata mangrove di Probolinggo untuk melihat langsung manfaat mangrove yang dikelola dengan baik.

  3. Penanaman lanjutan seluas 3,28 hektare. Pokmaswas membangun jembatan pemantauan mangrove pertama, dari bambu, di sekitar lokasi untuk memantau tanaman. Luas tutupan mangrove tercatat 5,01 hektare.

  4. Sekitar 3.000 pengunjung dari 50 lembaga datang belajar, termasuk tamu dari Belgia dan Singapura.

  5. Pengelolaan kawasan dijalankan mandiri oleh warga. Pemantauan burung tahunan dimulai.

Fase 3 · 2021–kini

Tempat belajar pesisir

Hutan yang tumbuh menjadi ruang belajar: sekolah, kampus, perusahaan, dan komunitas datang untuk menanam, berkemah, dan mengenal satwa pesisir.

  1. Pengembangan eduwisata: perbaikan jembatan pemantauan mangrove dan papan informasi. Budidaya tiram dimulai dengan 324 ban bekas pada rangka bambu di depan jembatan pemantauan mangrove.

  2. Penanaman kembali 1 hektare per tahun di lahan tambak terabrasi sisi utara.

  3. Pelatihan pemandu ekowisata dan kegiatan literasi laut untuk anak-anak dan guru.

  4. Tutupan mangrove mencapai 7,34 hektare dan 68 jenis burung tercatat dalam survei.

Dari tambak ke hutan

Pesisir yang sama, dilihat dari atas

Pada 2009 kawasan ini masih berupa petak-petak tambak. Pada 2014 dan 2018 laut sudah menjebol tanggul-tanggulnya. Kini mangrove hasil restorasi menutupi lebih dari tujuh hektare.

Kawasan PRPM Mengare tahun 2009
2009
Kawasan PRPM Mengare tahun April 2014
April 2014
Kawasan PRPM Mengare tahun April 2018
April 2018
Kawasan PRPM Mengare tahun Maret 2024 (drone)
Maret 2024 (drone)

Citra satelit 2009–2018: Google Earth.

Video

Video sejarah Mengare

Kondisi kawasan tahun 2018

  • Jembatan pemantauan mangrove dari bambu di tepi hamparan lumpur, November 2018
  • Bibit mangrove di lumpur dengan jembatan pemantauan mangrove dari bambu di belakangnya, November 2018
  • Bibit mangrove di tambak terabrasi menghadap rumpun mangrove, November 2018
  • Jembatan pemantauan mangrove dari bambu menyusuri sabuk mangrove, November 2018
  • Foto udara petak tanam dan jembatan pemantauan mangrove dari bambu, November 2018
  • Bibit mangrove yang baru ditanam di lumpur, Juni 2018
  • Bibit mangrove di tambak terabrasi dekat rumpun bambu, Juni 2018
  • Petak tanam di tambak terabrasi berlumpur pasir, Juni 2018
  • Bibit mangrove di genangan tambak terabrasi, Juni 2018
  • Bibit mangrove dan pohon tumbang di tepi sungai, Juni 2018
  • Barisan mangrove muda di hamparan lumpur, Juni 2018
  • Mangrove muda di tepi sungai, Juni 2018

Dampak sejauh ini

Yang sudah dicapai

±9,5 ha
total luas tanam di tambak terabrasi sejak 2018
5,01 → 7,34 ha
tutupan mangrove (luas di bawah tajuk), 2019 ke 2026
±3.000
pengunjung dari 50 lembaga pada 2018–2020

Lembaga yang pernah meneliti dan belajar di sini

  • Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
  • IPB University

Sekolah dari sekitar Gresik, kampus, perusahaan, dan komunitas datang untuk belajar, menanam, dan berkemah. Kegiatan publik antara lain kemah mangrove, literasi laut untuk anak-anak dan guru, serta jelajah Mengare Discovery.

Jadi bagian dari babak berikutnya

Ajak sekolah, kampus, atau keluarga Anda, atau datang untuk meneliti.

Didukung oleh
Danantara IndonesiaPupuk IndonesiaPetrokimia GresikTJSL Petrokimia Gresik
Pengelola
Pokmaswas Tanjung WidoroPokdarwis Tanjung Widoro
Mitra pengembangan program
Agrie ConservationEcosains IndonesiaGresik Naturalist