Mengare Discovery mengajak peserta menyusuri pesisir Mengare dengan perahu bersama warga setempat. Dari atas air, peserta bisa melihat hutan mangrove hasil restorasi, hamparan lumpur tempat burung pantai mencari makan, dan bagaimana abrasi membentuk pesisir ini.
Salah satu tujuan perjalanan adalah Benteng Lodewijk, sekitar 10–15 menit naik perahu dari PRPM Mengare. Benteng ini dibangun pada 1808 atas perintah Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels dan dinamai Lodewijk (Louis) Napoleon, Raja Belanda saat itu. Menurut catatan sejarah, inilah satu-satunya benteng yang berhasil dirampungkan Daendels di Nusantara. Fungsinya menjaga pesisir di mulut Selat Madura, sampai dibongkar Belanda pada 1857 ketika pusat pertahanan dipindah ke Surabaya.
Lanskap di sekitarnya berubah besar. Pada peta Belanda tahun 1870-an, benteng di titik ini tercatat dengan nama Fort Erfprins dan berdiri di pulau kecil sekitar 0,8 km dari pantai; penyamaannya dengan Benteng Lodewijk didasarkan pada letaknya, karena catatan pergantian nama belum ditemukan. Pada 1920–1930-an, tambak sudah dibuka sampai ke benteng. Kini abrasi menggerus tambak itu, dan reruntuhan benteng kembali berada di garis air.
Yang tersisa kini adalah fondasi, dua sumur, dan sisa bangunan bata merah di bawah pohon beringin; sebagian sudah tergerus abrasi. Situs ini ditetapkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Kabupaten Gresik pada 21 Oktober 2020. Jadwal dan rute perahu menyesuaikan pasang surut.
Yang akan Anda lakukan
- Naik perahu bersama pendamping dari warga setempat
- Melihat mangrove hasil restorasi dan pesisir yang terkikis dari dekat
- Mengamati burung pantai dan burung air di sepanjang perjalanan
- Singgah di Benteng Lodewijk dan mendengar kisah benteng Daendels













