Langsung ke isi
mengare discovery

Dampak

Dampak sosial-ekologis

Sejak restorasi dimulai pada 2018, pesisir dan kehidupan warga di sekitarnya ikut berubah.

Kami menilai restorasi di Tanjung Widoro sebagai sistem sosial-ekologis, jadi pemulihan ekosistem dilihat bersama manfaatnya bagi warga. Angka di bawah mencakup seluruh program sejak 2018, tidak hanya satu tahun.

Ekologis

2.513 pohon/ha
kerapatan pohon rata-rata, kategori baik (sangat padat) menurut Kepmen LH 201/2004
80,34%
tutupan tajuk rata-rata pada 16 petak pemantauan
2,41 t C/ha
stok karbon biomassa rata-rata; diperkirakan terus bertambah karena tegakannya masih muda
Pemodelan kerentanan pesisir (InVEST) menunjukkan mangrove menurunkan paparan garis pantai terhadap gelombang dan badai.

Ekonomi

Rp99,54 juta
nilai produksi kotor perikanan tangkap per tahun di sekitar mangrove (kepiting bakau, tiram, belanak, udang rebon, kerang, dan lainnya)
17,5 ha
area tangkap yang dimanfaatkan nelayan dan pencari kerang setempat
Warga membuka warung di kawasan PRPM Mengare untuk melayani pengunjung.

Sosial

  • Lahan terabrasi yang dulu tidak terurus sekarang dipakai sebagai ruang publik oleh warga Tanjung Widoro dan Mengare, serta oleh pengunjung dari daerah lain.
  • Sekolah-sekolah di sekitar memanfaatkan kawasan ini untuk kegiatan belajar di luar ruang.
  • Sejak 2020 kawasan dikelola secara mandiri oleh Pokmaswas Tanjung Widoro, yang anggotanya nelayan setempat.
  • Sekitar 3.000 pengunjung dari 50 lembaga datang belajar pada 2018–2020.

Angka ekologis dan perikanan: Satriyono A. (2024). Valuasi Jasa Ekosistem Mangrove pada Aspek Perikanan di Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove (PRPM) Mengare Gresik. Tesis, Magister Biologi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Cara dampak ini dicapai: pendekatan restorasi, peta kegiatan, dan perjalanan programnya.

Didukung oleh

Danantara IndonesiaPupuk IndonesiaPetrokimia GresikTJSL Petrokimia GresikPokmaswas Tanjung WidoroPokdarwis Tanjung WidoroDinas Lingkungan Hidup Kabupaten GresikPemerintah Desa Tanjung WidoroAgrie ConservationEcosains IndonesiaGresik Naturalist