Langsung ke isi
mengare discovery
Foto udara pulau kecil bermangrove di perairan Mengare, dengan petak tambak di belakangnya

Program restorasi

Memulihkan pesisir Mengare

Kami memulihkan kondisi fisik habitatnya dulu supaya mangrove bisa tumbuh kembali secara alami.

Program Restorasi Tahun 2026

Lokasi restorasi baru merupakan bekas tambak yang tanggulnya telah terabrasi, di dekat kawasan Benteng Lodewijk. Di permukaannya, cangkang kerang dan pasir membentuk gundukan yang tidak stabil dan terus berpindah terbawa gelombang. Arah gelombang berubah mengikuti musim angin (monsun). Substrat yang terus bergerak menghambat penancapan dan pertumbuhan semai. Karena itu, tahap pertama program 2026 adalah pembangunan penahan sedimen (sediment trap).

Rancangan ini didasarkan pada pengamatan di beberapa titik pesisir Mengare. Di titik-titik tersebut, akumulasi cangkang membentuk punggungan cangkang (shell ridge), dan mangrove tumbuh di sisi daratnya. Sistem perakaran mangrove menstabilkan punggungan sehingga materialnya tidak tersebar; punggungan menjadi lebih kompak dan lebih tinggi, lalu berfungsi sebagai peredam gelombang alami. Penahan sedimen dirancang untuk memicu proses yang sama secara bertahap.

Pendekatan yang digunakan adalah rehabilitasi mangrove ekologis (Ecological Mangrove Rehabilitation, EMR) dalam kerangka solusi berbasis alam (Nature-based Solutions). Prinsipnya, kondisi fisik habitat, yaitu kestabilan substrat dan pertukaran pasang surut, dipulihkan lebih dulu sehingga mangrove dapat beregenerasi secara alami. Penanaman adalah pilihan terakhir dan hanya dilakukan setelah syarat tumbuh terpenuhi dan rekrutmen alami tidak mencukupi. Oleh karena itu, target program dinyatakan sebagai luas area terestorasi (5,4 ha), bukan luas tanam. Penahan sedimen bersifat permeabel: sedimen tertahan, sementara air laut tetap dapat masuk dan keluar mengikuti pasang surut.

Penahan sedimen dari anyaman bambu, dengan pasir dan cangkang yang mulai tertahan di sisi darat
Penahan sedimen anyaman bambu, 2026. Pasir dan cangkang mulai terakumulasi di sisi darat.

Prinsip kami

Rehabilitasi mangrove tidak sama dengan menanam mangrove. Menanam adalah pilihan terakhir, dan menanam bukan tujuan akhir.

  1. 01

    Elevasi

    permukaan lahan berada pada rentang pasang surut tempat mangrove tumbuh

  2. 02

    Hidrologi

    air laut keluar-masuk dengan lancar mengikuti pasang surut

  3. 03

    Substrat stabil

    sedimen tidak lagi berpindah oleh gelombang

  4. 04

    Pasokan propagul

    propagul dari mangrove di sekitarnya dapat datang dan menetap secara alami

Penanaman hanya dilakukan di titik yang syaratnya telah terpenuhi tetapi rekrutmen alaminya belum mencukupi.

  1. 1

    Pembangunan penahan sedimen

    Struktur anyaman bambu sepanjang 121 m dipasang melintang terhadap arah perpindahan cangkang dan pasir oleh gelombang, sebelum penanaman dilakukan. Struktur ini permeabel sehingga pertukaran pasang surut tetap berlangsung.

  2. 2

    Akumulasi sedimen

    Material yang tertahan tidak lagi tersebar dan menumpuk sedikit demi sedikit, sehingga punggungannya makin tinggi.

  3. 3

    Penanaman pengayaan

    Penanaman bersifat pelengkap: Avicennia marina seluas 1 ha di area yang lebih terlindung, serta propagul Rhizophora apiculata dan R. stylosa di sepanjang tanggul tambak. Setelah kondisi habitat sesuai, regenerasi alami diharapkan berlangsung di seluruh area target 5,4 ha.

  4. 4

    Peredam gelombang alami

    Akar mangrove menahan punggungan supaya stabil, dan punggungan melindungi tegakan di belakangnya. Hasilnya adalah peredam gelombang alami.

Tanggul tambak dari blok beton yang telah terabrasi
Kondisi awal: tanggul tambak yang telah terabrasi.
Penahan sedimen dilihat dari pantai, dengan propagul yang baru ditanam di depannya
Propagul yang baru ditanam di sisi penahan yang terlindung.
Penahan sedimen dari bambu di sudut pematang tambak, di antara mangrove tua
Lokasi yang sama, dari sudut pematang tambak.
Papan penanda area restorasi mangrove baru tahun 2026, dengan target 5,4 ha
Lokasi baru: target 5,4 ha terestorasi.

Perkembangan

Kegiatan 2026 di peta

Kami memetakan setiap kegiatan di lapangan dan memperbarui peta ini setiap kali satu tahap selesai.

  1. Area target restorasi 2026

    Luas area target: 5,4 ha

    Area yang direkayasa menjadi habitat yang sesuai bagi regenerasi alami mangrove; tidak seluruhnya ditanam.

  2. Penahan sedimen 2026

    Panjang: 121 m

    Struktur anyaman bambu permeabel yang dibangun sebelum penanaman untuk menahan cangkang dan pasir yang terbawa gelombang. Arah gelombang berubah mengikuti musim angin.

  3. Penanaman Avicennia marina 2026

    Luas tanam: 1,0 ha

    Penanaman pengayaan Avicennia marina seluas 1 ha di dalam area target.

  4. Penanaman Rhizophora di tanggul tambak 2026

    Panjang: ±1.550 m

    Propagul Rhizophora apiculata dan R. stylosa ditanam di sepanjang tanggul tambak terbengkalai.

  5. Kawasan Benteng Lodewijk

    Luas kawasan: 4,8 ha

    Kawasan benteng peninggalan Daendels (1808) di dekat lokasi restorasi baru. Ditampilkan sebagai acuan lokasi; bukan area kegiatan restorasi.

Posisi dari pemetaan lapangan; luas dihitung dari batas hasil pemetaan. Peta dasar: Esri World Imagery.

Warga menanam propagul di lumpur lokasi restorasi 2026
Penanaman propagul secara manual di lokasi restorasi 2026.

Praktik restorasi

Yang sudah dijalankan di sini

Setiap praktik dicantumkan dengan tahunnya, masalah yang mau diatasi, cara kerjanya, dan statusnya sekarang.

Hybrid engineering

Masalah
Penanaman pada 2009, 2010, dan 2015 tersapu ombak di pantai terbuka, dan tanggul tambak dari bangunan sipil tidak mampu menahan gelombang.
Cara kerja
Pemecah ombak berpori dari tiang bambu setempat setinggi rata-rata 4 m, diisi ranting api-api (Avicennia) sisa pakan alami yang direndam warga di tambak. Air laut tetap lewat, ombak pecah dan melemah, dan lumpur mengendap di belakangnya. Struktur dipasang menutup celah di antara bekas tanggul batu tambak, dengan arah yang ditentukan dari pengetahuan nelayan tentang ombak dan arus. Desainnya mengacu pada proyek Building with Nature dari Wetlands International Indonesia.
Kelemahan
Struktur ini tidak bisa bertahan lama.
Status
Dibangun satu kali.

Penanaman bertahap di tambak terabrasi

Cara kerja
Penanaman bertahap dengan jenis perintis, dari area terlindung ke area yang lebih terbuka. Pada 2018 dibangun jembatan pemantauan mangrove pertama dari bambu untuk memantau tanaman.
Hasil
Tutupan mangrove bertambah dari 5,01 ha (2019) menjadi 7,34 ha (2026).
Skala
  • 2018: 3,23 ha ditanam
  • 2019: penanaman lanjutan 3,28 ha
  • 2024–2026: sekitar 1 ha per tahun di tambak terabrasi sisi utara
Status
Masih berjalan.

Penahan sedimen anyaman bambu

Masalah
Di lokasi baru dekat Benteng Lodewijk, ombak terus memindahkan cangkang dan pasir sehingga semai tidak bisa menancap.
Cara kerja
Struktur anyaman bambu yang berpori menahan material yang bergerak, sementara air laut tetap keluar-masuk mengikuti pasang surut. Tujuannya membentuk kembali punggungan cangkang yang stabil, tempat mangrove bisa beregenerasi alami.
Skala
  • Target: 5,4 ha area terestorasi
Status
Masih berjalan.

Penanaman pengayaan

Cara kerja
Penanaman tambahan di titik yang rekrutmen alaminya belum mencukupi.
Skala
  • 1 ha Avicennia marina
Status
Masih berjalan.

Kegiatan restorasi dilaksanakan oleh pengelola kawasan, Pokmaswas dan Pokdarwis Tanjung Widoro, bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik dan Pemerintah Desa Tanjung Widoro.

Dampak sosial-ekologis program →

Kisah lengkapnya, dengan foto dari tahun ke tahun →

Dukung tahap berikutnya

Perusahaan, sekolah, dan komunitas bisa terlibat dalam rehabilitasi di lokasi baru: membangun dan memantau penahan sedimen, melakukan penanaman pengayaan di titik yang syaratnya sudah siap, dan memantau regenerasi alami.

  1. Area rehabilitasi sejak 2018

    Luas kawasan rehabilitasi: 13,3 ha

    Kawasan PRPM Mengare tempat rehabilitasi berjalan sejak 2018. Luas ini adalah luas kawasan rehabilitasi, berbeda dengan luas tanam (±9,5 ha) dan luas tutupan tajuk (7,34 ha pada 2026).

Posisi dari pemetaan lapangan; luas dihitung dari batas hasil pemetaan. Peta dasar: Esri World Imagery.

Didukung oleh

Danantara IndonesiaPupuk IndonesiaPetrokimia GresikTJSL Petrokimia GresikPokmaswas Tanjung WidoroPokdarwis Tanjung WidoroDinas Lingkungan Hidup Kabupaten GresikPemerintah Desa Tanjung WidoroAgrie ConservationEcosains IndonesiaGresik Naturalist